Blog

  • Design Rokok Baru setelah Harga Rokok Meroket — Emang Kreatif sih

    Design Rokok Baru setelah Harga Rokok Meroket — Emang Kreatif sih

    Jadituya, weekend kemarin ngabisin jam pake main dota sama nunggu hujan reda. Karena kebetulan di Jogja — atau mungkin beberapa daerah di Indonesia — emang lagi musim hujan. Sembari nunggu find match, alt + tab liat news di tab news sebelah kirinya Windows ituu. Teruus ada berita lumayan asik tuuh. Beritanya, Harga rokok bakalan naik tahun depan, yang lagi beberapa hari ini.

    Teruus, dari berita itu coba deeh seperti biasanya, klik beritanya, baca dikit terus nyari informasi lainnya di Google News. Iyaa, gw masih kaum kolot yang nyarinya lewat Search Engine, termasuk jarang atau bahkan ngehindari memvalidasi fakta pake Social Media, soalnya — sepertinya pasti muncul kok nanti di explore IG atau di X nantinya.

    Naaah, dari baca 2-4 sumber, Liputan6, CNN, terus KompasTV. Yaa bener, dan fakta lainnya gw baru sadar, rokok itu banyak jenisnya ternyata. Ada Sigaret Kretek Tangan (SKT), Sigaret Putih Tangan (SPT), Sigaret Kretek Tangan Filter (SKTF), Sigaret Putih Tangan Filter (SPTF), Kelembak Kemenyan (KLM), Tembakau Iris (TIS), sampe Rokok Daun atau Klobot (KLB). Banyaaak beneer, udah kayaa nama partai aja, intinya. Bener, naik harganya tahun depan. Setelah tak liat liat, kayanya mayoritas naik diatas 4,5%, terus yang paling tinggi 18,6%. Mantaap bukan? Semakin semail itu paru-paru. OHYA, Rokok elektrik juga bakalan naik harganya, ngikutin naik tarif PLN kayanya.

    Lebih lengkapnya siih mending baca sendiri kaliyaa beritanya, yang Liputan6, CNN atau KompasTV. Tapi sebeneranya inti dari nulis ini bukan ngasih tau kenaikan harga siih, gw yaqiin infonya pasti udah massive sampai ke kalian, sebelum gw nulis ini artikel juga. Selain gw dapat insight baru yang rokok itu ternyata banyak jenisnya. Gw dapat insight lain.

    Ternyata Banyak Rokok Baru diluar sana

    Naaah, intinya tuh yaaa, setelah gw baca berita diatas kan? Main satu match doto, kalah. Gw pindah tuuh ke Socmed, sekarang di X, Scroll scroll, liat beritanya Gus Gusan sama Berita Dokter yang lagi rame. Eh nyempiil berita yang sebelumnya gw baca. Bener kan? muncul di X gw. Tapi ini di quote sama user di X, dengan caption dari Mas Mas ini + Thumbnail Harga Rokok naik, berita dari Viva.

    Karena lumayan tinggi engagementnya, kepolah gw ngebaca responnya orang orang di X gimana, banyak yang protes atau nggak. Ekspektasi gw siih, pasti banyak yang protes.

    TAPIIII…

    Gw dapat Inisght yang bikin gw senyum senyum sendiri, ternyata diluar sana banyak jenis rokok, yang namanya kreatif kreatif semua. Coba deeh kalian liat nama nama rokok yang beredar ini. Ini based on Replyan user di X yaaa. Awkwkwkwkwkw


    Terus, dari situ, muncul deeh pertanyaan dikepala gw. –Yaaa, sekaligus pengen nyari justifikasi– apa bener orang ngerokok itu bikin kreatif? Awkwkkwwk

    Nyari nyarii deh gw, dengan beberapa keyword. Again, monmaap gw masih jadul.

    Terus nemu beberapa artikel, atau jurnal yang mebahas tentang Nikotin, atau jurnal yang membahas pertanyaan gw. MALAHAN NIH YAA, gw nemu beberapa fakta yang malah kebalikannya.

    Fakta Tentang Rokok dan Kreatifitas

    Dapat satu nih, jadi based on Jurnal Buletin Psikologinya UGM,

    Ternyata nikotin punya efek samping ke Otak, Nikotin dalam rokok diketahui mempengaruhi aktivitas otak dengan menstimulasi pelepasan neurotransmiter seperti asetilkolin, serotonin, dopamin, dan norepinefrin. Nah, dari situ nikotin-nikotin ini bisa memengaruhi beberapa aspek seperti perhatian, ingatan, dan kewaspadaan. Tapiii, efek ini juga dikaitkan dengan gangguan psikologis seperti kecemasan, depresi, dan perilaku kompulsif.

    Lanjut dari situ, gw nemuin juga tuuh, dari Researchgate,

    Research yang menggunakan data Indonesian Family Life Survey (IFLS) ngomong kalo status merokok berhubungan dengan kemampuan kognitif seseorang, di mana perokok cenderung mengalami penurunan fungsi kognitif dibandingkan non-perokok.

    KOOOK? Malah kontradiktif

    Demi mencari justifikasi gw. Awkwkwkwkwkwkw, gw lanjutin ke beberapa research lainnya lah yaaa, sekarang, nyoba deeh pake bahasa linggis, siapa tau dapat referensi berbeda. Tapi, kembali. Berlawanan dari yang gw pengen.

    Meta-analisis yang diterbitin di American Journal of Epidemiology ngomong kalo merokok meningkatkan risiko demensia, termasuk penyakit Alzheimer. Hal ini menunjukkan bahwa merokok memiliki dampak negatif pada kesehatan otak secara keseluruhan.

    Nah loh..

    Masih belum menyerah best, gw cari pendapat lain.. Coba nyari dengan keyword Does Nicotine Help Creativity? Nemuu tuuh satu yang menarik headlinenya dari TFFN. Tapi, kesimpulannya kok sama aja.

    Penelitian mengenai hubungan langsung antara nikotin dan kreativitas masih terbatas. Beberapa sumber menyebutkan bahwa nikotin dapat meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi, tetapi tidak ada bukti konklusif yang menunjukkan bahwa nikotin meningkatkan kreativitas.

    Hmm, interesting. Dan sepertinya gw gak nyeraah, awkwkkwkwkw. Jadi, gw pindah pendekatannya. Gw coba nyari, mungkin aja ini Placebo Effect yaa, atau mau eksplore lebih dalam lagi, siapa tau ada teori teori tersendiri gitu.

    Placebo Effect

    Naaah, nemu artikel di Vice. Disitu tuuh nyebutin beberapa teori konspirasi mengklaim bahwa industri tembakau mempromosikan merokok sebagai cara untuk meningkatkan kreativitas dan produktivitas. Namun, “lagi-lagi” klaim-klaim ini tidak memiliki dasar bukti yang kuat dan sering kali digunakan sebagai dalih untuk mempertahankan kebiasaan merokok.

    Terus gw punya sedikit fikiran, seperti yang gw bilang diatas sebelumnya. Gimana kalau…

    Ada orang yang percaya kalau ngerokok bisa membantu mereka berpikir lebih lancar atau menjadi lebih kreatif, ini bisa jadi contoh efek plasebo kan ya? Gak usah ada orang sih, gw deeh.

    Keyakinan Pribadi, proses nyalain rokok rokok, ngisap asap, dan waktu jeda yang diambil bisa menciptakan momen refleksi yang dipersepsikan sebagai peningkatan kreativitas.

    Efek Relaksasi Sementara, Merokok sering kali memberikan jeda dari aktivitas sehari-hari, yang mungkin sebenarnya menjadi momen di mana ide-ide baru muncul.

    Kondisi Sosial, Jika merokok dikaitkan dengan sosok-sosok kreatif (seperti seniman atau penulis, atau whatever we say lah), ini bisa memperkuat keyakinan bahwa merokok mendukung kreativitas.

    Yaa gak?

    Naaah. Jadi, kesimpulannya apa?

    Kesimpulannya, gw tetep kalah main dota, dan tetep ada di bracket Herald-Crussader, alias masih cupu. Sok-sokan research tentang hubungan kreatifitas dengan udud.

    Lanjut Find Match, sama bener siih, mending gak usah beli rokok kalau gak ada duit buat beli rokok.

  • Menghirup Udara Segar (Coming up for Air) — Review Singkat

    Menghirup Udara Segar (Coming up for Air) — Review Singkat

    Judul Buku : Menghirup Udara Segar
    Penulis : George Orwell
    Tahun Terbit : 29 Desember 2021
    Beli di : [..]

    Coming up for Air (Menghirup Udara Segar) adalah sebuah novel karya George Orwell yang mengisahkan kehidupan seorang pria bernama George Bowling. George Bowling adalah seorang karyawan di London yang merasa kehidupannya sangat monoton dan terjebak dalam rutinitas yang membosankan. Ketika dia mendapat kesempatan untuk kembali ke desa kelahirannya di Lower Binfield, dia memutuskan untuk melarikan diri dari kehidupan kota dan mencari nostalgia masa lalunya. Namun, ketika dia tiba di desa itu, dia menemukan bahwa segalanya telah berubah dan desa itu tidak lagi sama seperti yang dia ingat.

    Dapat apa dibuku ini?

    1. Kerinduan akan masa lalu: Buku ini menggambarkan kerinduan yang dirasakan oleh banyak orang terhadap masa lalu yang lebih sederhana dan kehilangan nilai-nilai tradisional dalam masyarakat modern.
    2. Ketidakpuasan dalam kehidupan: George Bowling merasa tidak puas dengan hidupnya yang monoton dan merindukan kebebasan dan petualangan.
    3. Perubahan sosial: Buku ini menyoroti perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat, termasuk perkembangan teknologi, urbanisasi, dan pergeseran nilai-nilai tradisional.

    Sedikit Catatan

    • Coming up for Air menggambarkan perasaan ketidakpuasan dan kehilangan identitas yang dirasakan oleh banyak orang di tengah perubahan sosial.
    • Novel ini menggambarkan kekuatan nostalgia dan keinginan untuk melarikan diri dari realitas modern.
    • Orwell secara tajam mengkritik masyarakat modern dan dampaknya terhadap individu.

    Fav Quotes

    1. “Zaman sekarang lebih buruk daripada masa depan yang pernah saya bayangkan.”
    2. “Sejarah nyata hanya bisa ditemukan di koran, dan itu adalah fakta bahwa tidak ada yang benar-benar membaca koran.”
    3. “Aku hanya menginginkan kehidupan yang tidak mempermalukanmu setiap menit, yang tidak membuatmu merasa bahwa tiap hari adalah sesuatu yang harus kamu terima sebanyak yang kamu mampu.”

    Rekomendasi

    Coming up for Air sepertinya bakalan cocok untuk kalian yang lagi ngerasa terjebak sama rutinitas monoton kehidupan modern, terus pengen ngeihat refleksi kritis tentang perubahan sosial dan kehilangan nilai-nilai tradisional. Atau, pastinya, untuk kalian yang tertarik dengan karya George Orwell.

  • 7 Jenis Konten yang Disukai Google

    7 Jenis Konten yang Disukai Google

    Jadi gini, kebetulan kan gw lagi coba manjangin pengen manjangin rambut, terus sekarang kayanya udah lumayan panjang dikit. Tapi kadang ngeliatnya masih ada yang kurang gitu, walaupun sejatinya pasti bakalan kurang siih yaa. Terus, kayanya ini cuman kebiasaan gw deh gak tiktok dulu gitu. Di browser, terus CTRL + T, terus ngetik “model rambut pria panjang”.. Terus muncul hasilnya.

    keyword model rambut pria panjang

    Naaah, muncul tuuh hasil kaya diatas. Tapi menurut gw masih kurang, terus coba nambahin dikit query jadi “rekomendasi gaya rambut pria panjang”.

    keyword rekomendasi gaya rambut pria panjang

    Tadaaa, kepikiran deh bikin konten ini.

    Jadi menurut gw, ada beberapa jenis konten yang disukai sama Google, beberapa diantaranya based on penglihatan mata gw sama pengalaman gw yaa. CMIIW. 

    Jenis Konten #1 : One Page Listicle

    Kalau masih ingat, dan kayaknya gak ada yang lupa deh yaa sama Buzzfeed, awal mulanya one page listicle ini kayanya dulu dipelopori sama konten-konten dari Buzzfeed, dimana hampir seluruh jenis kontennya dalam bentuk list, ada gambar terus artikel gitu.

    Jenis konten yang disukai google : one page listicle

    Terus, bagaimana google munculin hasil pencarian model gini? Jadii, sederhananya, umumnya ini disebut Google Instant Answer Result atau beberapa ngomongnya ini Answer Box atau Position Zero.

    Naaah, ada beberapa jenis konten yang ditampilin google dalam Answer Box ini, semuanya tergantung dengan jenis konten yang kita buat sebenarnya.
    – Untuk seperti contoh diatas, dalam bentuk list, bisanya akan muncul untuk keyword intent berupa rekomendasi, ide, saran, manfaat atau semacamnya.
    Answer Box biasanya juga menampilkan bentuk list untuk jenis keyword intent how to, atau tutorial.
    – Ada satu lagi, biasanya untuk ngejawab pertanyaan pertanyaan, seperti jarak Jogja Bali, atau kandungan kopi misalnya, dan sejenisnyalah.

    Kembali ke pertanyaan lol, gimana caranya kan yaa? Naah kalau kita ngeliat beberapa konten masuk ke position zero ini? Untuk poin pertama sama kedua, kita bisa nyimpulin, Google ngambil data itu berdasarkan Tag Heading yang digunakan disebuah konten, selain tag heading, kita bisa pake fitur Bulleted lists. Terus untuk poin ketiga? Menurut gw, Google-Bot menggunakan Cookies yang semakin kesini semakin berkembang untuk nyeleksi konten-konten yang dirasa bermanfaat untuk penggunanya.

    Jenis Konten #2 : Gallery + Konten

    Dengan keyword yang sama, walaupun bukan yang pertama, tapi menurut gw, jenis konten selanjutnya termasuk yang disukai Google, Coba liat konten yang ada di allthingshair, sebelum masuk ke kontenya, kita disuguhi dengan Gallery, terus masuk opening konten, baru deh masuk ke listicle (Artikel List).

    Jenis Konten yang disukai google : Gallery + Konten

    Menurut gw, salah satu alasan kenapa dia bisa masuk top 5, karena informasi untuk pembaca yang diberikan sama allthingshair sedikit lebih informatif dibanding artikel artikel dibawahnya yang cuman ngeprovide List + Konten.

    Jenis Konten #3 : Jawaban Lebih Detail

    Dengan keyword yang sama, tapi ada diposisi 5 pas postingan ini dibuat. Menurut gw pribadi, jenis konten dari Origami dengan judul “Bosan Rambut Pendek? Ini 8 Model Rambut Pria Panjang yang Bisa Dicoba!” menurut gw cukup disukai dengan Google, walaupun isi konten hampir sama dengan yang lainnya, tapi Origami ngedeliver konten cukup berbeda dibanding beberapa kompetitornya yang ada di page pertama.

    jenis konten yang disukai google jawaban lebih detail

    Terus gw ganti dengan keyword lainnya. “Berapa Harga Potong Rambut di Jogja?” Dibanding kontennya IDN Times, gw lebih prefer ke postingannya jejakpiknik malahan. Informatif, detailnya dapat gitu. 

    jenis konten yang disukai google serp

    SEO itu mudah Bukan? Bukaaaan!!!!

    Kayanya dengan 3 konten diatas kalau bisa konsisten nulis berdasarkan riset konten yang tepat, bisa dengan mudah deh dapat K Kan pengunjung dalam sehari. Yogs, organic dari search engine. Tapi kalau 3 diatas doang kayanya belum cukup deeh.

    Naah, kebetulan karena gw lagi suka sukanya nonton drakor kan yaaa, sering banget tuuh nemu scene lagi makan kimchi, terus ngerti doong googlingnya pake keyword apa? “Cara membuat kimchi halal” Taurus muncul deeh itu video youtube di SERP. 

    Jenis Konten #4 : Youtube Video

    Dari sini mungkin kita semua sepakat, bukan cuman dengan keyword diatas deeh, beberapa keyword dengan intent “how-to” didominasi sama Youtube Video juga kan yaa? Terus belajar dari videonya Mrs. Kulinary. Supaya kontenmu tambah disukai sama Google, coba deh perhatiin 3 poin dibawah ini.

    jenis konten yang disukai google youtube video


    – Youtube SEO Tips 1 : Tambahkan Manual Subtitle / Transcript.
    Kan Google udah otomatis? Yaa emang dari Google sendiri udah otomatis, tapi minusnya kadang beberapa kurang akurat. Ini juga untuk manjain penonton kalian kok, selain manjain, kalian bisa mastiin tuh keyword yang kalian sasar muncul secara proper.
    – Yotube SEO Tips 2 : Deksripsi yang informatif
    Jangan tiru Youtube yang udah punya penonton loyal yaaa, kaya Deddy atau Uus, atau PickyPicks yang emang dia udah punya penonton loyal. Laah kita? Mesti dari 0. Makanyaa kita bisa ngambil kesempatan disini, jelasin tuh apa yang bisa kalian jelasin di deskripsi video kalian, dari chapter di video kalian kek, resepnya kek, tips lainnya juga bisa. Kan?
    – Yotube SEO Tips 3 : Optimize Title Video Kalian
    Coba deh liat video diatas, Mrs. Culinary gak langsung nembak keyword diawal title kan? Tapi pake narasi “Jangan Salah”. Begitupun konten kalian, mungkin bisa coba dengan bandingkan beberapa judul yang kalian bikin, pilih yang mana menurut kalian paling cocok. Itung itung sembari belajar copywriting kan yaa.

    Jenis Konten #5 : Buat dalam Beberapa Part

    Nextnya itu coba bikin postingan kalian selain manfaat tapi bikin dalam bentuk part gitu. Gw ngambilnya dari postingannya Dream, dikonten ini dream coba ngasih kita sebagai pembaca beberapa pilihan gitu. Mulai Kimchi Sawi Putih, Kore, Halal dan Temen temennya.

    jenis konten yang disukai google dalam bentuk part


    Nah disini bakalan lebih perfect kalau di single page ini ditambahin semacam daftar isi gitu, Menurut gw, Google lebih suka ngeliatnya. Supaya ada contohnya, jadi gw coba pake keyword bahasa inggris gitu. Naah bener kan? Selain Youtube Video, ada yang juga gak kalah lengkap dari My Korean Kitchen.

    jenis konten yang disukai google dalam bentuk part

    Jadi disini gw nyimpulinnya, untuk konten guide begini, better ngebikin konten dalam beberapa part dan gunakan daftar isi atau Table of Content seperti di kontennya My Korean Kitchen.

    Jenis Konten #6 : Jawaban Singkat

    Ini ngewakilin poin ketiga, in-depth answer. Jadi pastikan konten yang kalian bikin bener-bener ngasih informasi yang dibutuhin sama pembaca. Contohnya, Berapa lama ngebuat Kimchi? Naaah, keluar deh hasilnya dari The Asian Parent, mulai 5 jam, atau lebih. Tapi, coba deh baca artikelnya, lengkap juga kan? Bedanya, Google nge-highlight apa yang kita cari. Setalahnya, kalau mau coba ngebuat yaaa The Asian Parent juga ngasih tau caranya kok.

    jenis konten yang disukai google jawaban singkat

    Wait.. Masa cuman 5 jam sih? Kan ini fermentasi, naah gw coba pake bahasa inggris. Hasilnya 3-21 hari. Tapi hasil yang muncul tetep.

    jenis konten yang disukai google jawaban singkat

    Oke, lupain aja berapa harinya, jadinya OOT banget. Yang pengen gw garis bawahi disini, yaa konten yang disukainya Google, mau Indo ataupun Inggris, Answer Box tetep muncul.

    Tapi gimana caranya supaya bisa masuk disini? Kayanya gw gak bisa jawab deeh, ini sedikit tricky, selain authority, mungkin kembali ke – pastikan konten yang kita buat ngecover informasi yang dibutuhkan calon pembaca.

    Jenis Konten #7 : Local Guide

    Menurut gw, Jenis content Local Guide gini cocok untuk food atau travel blog, atau atau mungkin blog personal kaya blog gw ini. Tapi, pas gw nyari “Jual Kimchi di Jogja”. Laaah yang keluar Google my Business, terus Tokped dong yaaa. Gak ada yang ngebuat konten ini? Sayang banget. Atau mungkin karena emang dikit yang jual kaliya?

    jenis konten yang disukai google local guide


    Naaah, gw ganti ke yang lebih umum deh, “Kwetiau enak di Jogja”. Naah muncul deeh beberapa hasil. Yang unik apa? Dikit banget Web dengan Niche Khusus Kuliner. Menurut gw ini kesempatan gede sih untuk yang main di Niche ini, atau bahkan kesempatan gede untuk UMKM untuk mulai masuk ke ranah digital.

    Pas gw ganti ke Jakarta Selatan, oke, didominasi sama Web dengan Niche Travel & Food. Tapi gak ada blog personal (atau blog personal kalah authoritynya?). Tapi menurut gw Local Guide masih jadi peluang gede banget untuk yang main niche travel atau food, pake rumus [Keyword]  + [Nama Daerah]. Lumayan tuh, trafik.

    Kesimpulan.

    Terkadang, kita lupa ada banyak cara untuk dapetin trafik dari Search Engine, atau hanya fokus pada satu jenis konten. Padahal kalau berdasarkan menurut gw diatas aja, ada 7 jenis looh konten yang disenengin sama Google. Kita bisa ngekombinasiin beberapa jenis konten diatas dalam satu web kita. Tergantung dari jenis konten yang bakalan buat, kan ya?

    Misalnya, kita jualan product, berarti target pasar kita kurang lebih pasti nyari rekomendasi product kan? Bisa pake model konten yang pertama, One Page Listicle.

    Atau misalnya, Kita jualan Bakso atau Jualan Kwetiau, bisa pake jenis konten Local Guide.

    Atau misalnya lagi, pas kita ngelakuin research, ternyata beberapa di hasil di SERP banyak yang nampilin Gallery, kita bisa pake jenis konten yang kedua, Gallery + Kontent.

    Kembali, banyak jalan untuk dapetin trafik, bukan cuman satu jenis. Terakhir, kalau menurut kalian ada yang kurang atau salah, just let me know.

    Kesimpulan akhir (lagi), gw gak jadi ngerubah gaya rambut. Dah, biarin ae tambah panjang dulu.

  • Review Film Mencuri Raden Saleh

    Review Film Mencuri Raden Saleh

    Film Mencuri Raden Saleh telah ditonton lebih dari 2 juta orang, salah satu diantara 2 juta itu gw nyumbang 2 kali. Terus, setelah nonton yang kedua kali, gw nanya ke diri gw sendiri, ini film beneran bagus gak sih? Hmm, bagus juga yaa ternyata. Yaaaa, gw sadar film ini bagus setelah memutuskan untuk nonton yang kedua kalinya, soalnya yang pertama kayaknya masih bias deeh, pertama nyimpulin nonton karena hypenya, terus karena ngebaca omongannya orang-orang di twitter, terus kayanya kepala gw ikut terpengaruh untuk ngakuin film ini bagus. Tapi, setelah nonton yang kedua kalinya. 

    Oke… ini bagus siih, beberapa poin yang jadiin alasan kenapa film ini bagus, menurut gw yaaa.

    Kelebihan Film Mencuri Raden Saleh

    1. Seneng di alur ceritanya (gw gak ngantuk walaupun udah tau).
      Dari awal film ini dimulai, gw se-exited itu sih untuk merhatiin lagi detail detail kecil walaupun kayaknya gak ada detail detail kecil juga yaa? Supaya keliatan kaya pengamat film gitu. 
    2. Seneng displacement productnya yang sama sekali gak maksain, gak sama kaya film Gundala yang gw nonton tempo hari.
      Ada iklan snack kan yaa di situ? Bukan sesuatu yang dipaksain banget sih menurut gw, walaupun deliverynya gak bikin gw ingat nama snacknya.
    3. Seneng sama porsi komedinya yang menurut gw sih gak terlalu dipaksain
      Halo nyet pas Tuktuk bebas dari penjara, sama pas Gofar kalah taruhan sama Fella, yaa pas ae sih komedinya. IMHO.
    4. Seneng sama beberapa plot twistnya.
      Scene yang ternyata bapaknya Piko yang ngasih rencana ke Pak Presiden, sedikit gak nyangka sih disini, sama Scene Raden Saleh yang ditukar. Walaupun twist akhir ketebak, tapi well lah yaaa, ngemanjain mata penonton.
    5. Terakhir, seneng sama Sarah, kok manis yaaa :))
      Beneran manis kan kalau dilihat lama-lama? LoL

    Tapi kayanya gak adil kan yaa, kalau cuman senengnya aja yang gw list gitu di tulisan ini, ada beberapa part yang menurut gw masih agak, hmmm, gimana yaa ngomongnya, masih sedikit ngeganjel gitu rasanya

    Kekurangan Film Mencuri Raden Saleh

    1. Konflik pas nabrak polisi.
      Ini ngapa segugup itu siih? Ini gak ada plan a b c d sampai z gitu mereka? 
    2. Setelah Fella ngomong cerita dikit ke Mas Gito, udah gitu aja Cup?
      Kalau Ucup at that time ketangkap karena ternyata Mas Gito ini orang dalamnya Pak Presiden kan lebih keren yaak? Kalau Ucup ketangkap, terus ternyata ada plan lain seperti tuker kepala gitu sama Gofar, atau apa gitu kek.
    3. Tuktuk bebasnya karena emang gak ada alasan harus ditahan gitu? Hmmm
      Ini gw ngiranya bebasnya karena ditolong sama Mba Dini gitu, supaya plannya tetep jalan gitu. Tapi kenapa seakan-akan ini ngegambarin seperti real lifenya Polisi sih.
    4. Plot Pico sama Ucup ketabrak sama bapaknya Pico udah ke predict, terus lukisannya udah ditukar ternyata.
      Terlalu klasik sih menurut gw, udah ada plot kalau bapaknya Pico ikut ke acara, dari sini kayanya kepala gw udah mikir ini bakalan ada konflik anak bapak deh, sama jangan selancar ini dong. Bener ditabrak, bener itu bapaknya Pico. Hmmm. Berasa pinter gwnya. 

    Sebenarnya gw gak ada jago-jagonya dalam hal ngulas mengulas atau dalam hal review film sih, sekedar catatan kecil dari amatiran penikmat film yang tingkat pengetahuannya rendah banget. Overall menurut gw pribadi film ini keren siih mungkin dapat poin 7,5 dari 10 lah, happy ending sesuai keinginan kebanyakan penonton. Sedikit beda dikit seperti yang banyak banyak orang bilang.

    Menurut gw, ini warna baru untuk industri film di Indonesia. Pengen nonton film film bergenre gini lagi nextnya. Semoga yaaa.